MAKALAH
FARMAKOLOGI
“ TENTANG KELUARGA BERENCANA DAN VAKSI ”
Disusun oleh :
Lilis
Suryani 17150044
D3 KEBIDANAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2017-2018
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama allah swt yang maha
pemgasih lagi maha penyayang saya panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-nya , yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah –nya kepada
saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah farmakologi ini.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Untuk ke depannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun
pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh
karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1. Keluarga Berencana
Rentang tahun
1800-1900 jumlah penduduk Indonesia bertambah tiga kali lipatnya. Sedangkan
1900 -2000 terjadi pertambahan penduduk lima kali lipat dari 40,2 juta orang
menjadi 205,8 juta orang. Selama rentang 1900-2000, progran Keluarga Berencana
(KB) berhasil mencegah kelahiran 80 juta orang.Tanpa program KB jumlah
penduduk hingga tahun 2000 diprediksi 285 juta orang . Keluarga Berencana (KB)
merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan
utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan
perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk
menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat
kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi
yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi
juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan
dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau
biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998).
2.
Vaksin
Manusia dapat terhindar dari penyakit, karena
didalam tubuhnya dilengkapi dengan dua kekebalan tubuh yaitu system kekebalan
spesifik dan ksistem kekebalan non-spesifik. System kekebalan tubuh non
spesifik bekerja melawan semua jenis benda asing yang masuk dan tidak
bekerja ditujukan pada zat asing atau mikroorganisme tertentu. System kekebalan
tubuh non spesifik meliputi antara lain :
a.
Pertahanan fisis dan mekanis, misalnya silia
bulu getar hidung yang menyaring kotoran yang masuk dari saluran nafas bawah,
kulit, bulu mata, dll.
b.
Pertahanan biokimiawi, misalnya air susu ibu
yang mengandung laktoferin yang berperan sebagai antibakteri
c.
Pertahanan tubuh seluler, misalnya monosit dan
makrofrag.
Apabila kekebalan tubuh spesifik tidak bisa mengatasi
serangan mikroorganisme atau zat asing yang masuk maka kekebalan tubuh spesifik
akan diaktifkan. Sistem
kekebalan tubuh spesifik bekerja melawan antigen tertentu oleh karena
kemampuannya menyimpan memori. Sistem kekebalan tubuh spesifik diperankan oleh
sel limfosit T dan limfosit B. Sistem kekebalan tubuh spesifik ini tidak
mengenali struktur utuh dari mikroorganisme melainkan hanya sebagian protein
saja yang kemudian memacu kekebalan aktif tubuh. Protein yang sebagian ini
disebut antigen. Adanya antigen ini akan menyebabakan sel T dan B memproduksi
antibody untuk melawan antigen yang masuk ke dalam tubuh manusia. Semakin
sering terpapar antigen dari luar maka akan semakin tinggi antibody yang
terbentuk dan memori pertahanan tunuh semakin banyak mengingat, sehingga
tubuh menjadi kebal. Akan tetapi antibody dalam tubuh manusia sifatnya tidak
stabil, untuk itu diperlukan suatu paparan antigen dari luar yang dilemahkan
yang disebut vaksin untuk memacu kekebalan tubuh tersebut aktif. Dalam makalah
ini akan dibahas mengenai vaksinasi dan hubungannya dengan kekebalan tubuh
manusia serta jenis- jenis vaksin dan
waktu pemberiannnya. (Cahyono, Subarjo.2010).
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengertian keluarga berencana dan vaksin
2.
Tujuan di selenggarakannya keluarga berencana dan vaksi
3.
Jenis-jenis alat kontrasepsi
dan vaksin
4.
Tatacara pemberian vaksin
C. Tujuan penulisan
1. Menjelaskan pemgertian keluarga
berencana dan vaksin
2. Menjelaskan tujuan diselenggarkannya
keluarga berencana dan vaksin
3. Menjelaskan jenis-jenis vaksin
4. Menjelaskan tatacara pemberian
vaksin
5. Sebagai tugas matakuliah farmakologi
semester pendek
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Keluarga berencana
1.
Pengertian keluarga berencana
Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997:
keluarga bencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk
menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang
sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat
kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak
dalam keluarga. Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992
(tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah
upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan
usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga,
peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Keluarga
berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan
dengan memakai kontrasepsi. Secara umum keluarga berencana dapat diartikan
sebagai suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa
sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan
tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilan
tersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang kehamilan
merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar dari
perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi.
2.
Tujuan
a.
Mengatur
kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak pertama dan
menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan
kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
b.
.Mengobati
kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu
tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk
tercapainya keluarga bahagia.
c.
Married
Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan menikah
dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan pemahaman
yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan berkualitas.
d.
Tujuan
akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera)
dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu keluarga
yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan
produktif dari segi ekonomi.
e.
Meningkatkan
jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
f.
Menurunnya
jumlah angka kelahiran bayi.
3.
Jenis-jenis
kontarasepsi
a.
KB Suntik
Metode Keluarga
Berencana ini dapat menghalangi ovulasi (masa subur), mengubah lendir serviks
(vagina) menjadi kental, menghambat sperma dan menimbulkan perubahan pada
rahim. Cara kerja KB suntik pun dapat mencegah terjadinya pertemuan sel telur
dengan sperma dan mengubah kecepatan transportasi sel telur. Suntikan Keluarga
Berencana terbagi menjadi suntik perbulan atau suntikan terpadu, contohnya dan
suntikan per tiga bulan (suntikan progestin). Suntikan progestin (Depo
Provera atau Niisterat) atau suntikan yang diberikan tiap dua atau tiga bulan
sekali ini aman untuk ibu menyusui atau yang tidak boleh menggunakan tambahan
estrogen. Suntikan progestin lebih menyebabkan perubahan seputar haid dan berat
badan bertambah. Suntikan perbulan atau suntikan terpadu, mengandung hormon
progestin dan estrogen. Jika Anda ingin siklus haid tetap teratur dapat
menggunakan kontrasepsi ini. Sayangnya, suntikan ini sulit diperolah dan
biayanya mahal dibandingkan suntikan progestin. Suntikan terpadu memiliki efek
samping yang sama dengan pil KB terpadu, serta dilarang dipakai oleh ibu
menyusui. Anda bisa menghentikan metode ini kapan saja, namun baru bisa hamil
satu tahun kemudian bahkan lebih, demikian pula haid akan kembali normal
setelah jangka waktu itu. Namun ada sebagian perempuan yang mendapat haid
serta hamil dalam waktu lebih cepat dari itu.Selain menjadi kontrasepsi
sementara yang paling baik, suntikan ini juga telah mengurangi angka kegagalan
kurang dari 0,1% per tahun. Suntikan Keluarga Berencana tidak mengganggu kelancaran
ASI, kecuali Anda menggunakan suntikan terpadu. Alat kontrasepsi ini juga dapat
melindungi Anda dari anemia, dan memberikan perlindungan pada radang panggul.
KB suntik memiliki reaksi sangat cepat (kurang dari 24 jam), dapat digunakan
perempuan di atas 35 tahun, serta tidak menimbulkan ketergantungan, namun Anda
harus rajin kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan. Kerugian penggunaan KB suntik
ialah Anda akan mengalami gangguan haid, dimana siklus haid bisa memendek atau
memanjang, pendarahan banyak atau sedikit, spotting, sampai tidak haid sama
sekali. KB suntik pun tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu, naiknya berat
badan, terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian, dan jika
digunakan dalam jangka panjang dapat terjadi perubahan pada lipid serum,
menurunkan densitas tulang, serta keringnya vagina yang dapat menurunkan
libido, gangguan emosi, sakit kepala, dan jerawat.
b.
Pil KB
Komposisi Pil
KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi selama 28 hari. Terdiri dari 21
tablet pil berwarna kuning yang setiap tabletnya mengandung 0.15 mg
Levonorgestrel (hormon Progestin) dan 0.03 mg Etinilestradiol (hormon Estrogen)
dan 7 tablet salut gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon. Mekanisme
KerjaPil KB Andalan akan mencegah pelepasan sel telur yang telah diproduksi
oleh indung telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Hormon yang terkandung
dalam pil KB Andalan akan memperkental lendir leher rahim sehingga mempersulit
sel sperma masuk kedalam rahim. Hal ini berguna untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya pembuahan dan kehamilan. Selain itu, Pil KB Andalan akan menebalkan
dinding rahim, sehingga tidak akan siap untuk kehamilan. Kualitas Apabila
digunakan secara rutin dan tepat waktu, Pil KB Andalan 99,7% ampuh mencegah
kehamilan. Kualitas telah memenuhi standard internasional , Membantu mencegah
kehamilan di luar rahim, kanker indung telur, kanker rahim, kista dan kanker
payudara. Hormon yang terkandung pada setiap pil merupakan perpaduan bahan yang
sangat baik, sehingga
kandungan hormon dan komposisi zat disetiap pil adalah sama. Hal ini tentu
sangat berpengaruh untuk meminimalisasi kemungkinan efek samping dan
meningkatkan efektifitas kerja dari pil ini. Keunikan Setiap produk tentu saja
memiliki keunikan. Pil KB Andalan memiliki juga memiliki keunikan, antara lain:
Ø Efek samping
rendah
Ø Nyaman
Ø Menjaga siklus
haid agar lebih teratur
Ø Menjaga
kestabilan berat badan
Ø Menjaga
kesehatan kulit
Ø Kandungan
hormon rendah
Ø Kembali subur
dengan cepat. Efek Samping Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi
bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
v Mual
v Sakit kepala
ringan
v Pada masa 3
bulan pertama mungkin akan terjadi spotting diantara masa haid
Ø Pada umumnya,
efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi
di awal pemakaian seperti:
v Pil KB Andalan
diminum di hari pertama haid
v Pil KB Andalan
harus diminum satu tablet setiap hari pada waktu yang sama untuk mengurangi
kemungkinan efek samping
v Pil KB Andalan
tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin dan HIV/AIDS
v Bila lupa minum
1 butir pil hormonal (berwarna kuning) maka harus minum 2 butir pil hormonal
segera setelah Anda mengingatnya
v Apabila lupa
meminum 2 butir atau lebih pil hormonal (berwarna kuning), maka dalam 7 hari
gunakan kondom.
v Apabila
melakukan hubungan seksual atau hindari hubungan seksual selama 7 hari
v Apabila lupa
meminum 1 butir pil pengingat (berwarna putih) maka buang pil pengingat yang
terlupakan.
c. IUD / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam
Rahim)
Komposisi Batang plastik berbentuk T berukuran 3 cm dengan balutan
tembaga seluas kurang lebih 380 mm2. Mekanisme Kerja IUD Andalan akan mencegah
pelepasan sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Selain itu
mengurangi mobilitas sperma ag`r tidak dapat membuahi sel telur serta mencegah
sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding Rahim . Kualitas IUD Andalan
efektif mencegah kehamilan hingga 99,4% apabila dipasang sesuai dengan prosedur
oleh bidan atau dokter terlatih.
Keunikan :
Ø Sangat murah dan efisien karena
cukup sekali pemakaian yang dibantu oleh tenaga medis
Ø Pilihan kontrasepsi non hormonal
jangka panjang yang minim efek samping
Ø Efektif mencegah kehamilan selama 10
tahun
Ø Cepat mengembalikan kesuburan,
sehingga dapat segera hamil jika diinginkan Tidak mempengaruhi produksi dan
kualitas ASI
Ø Efektif mencegah kehamilan ektopik
Ø Efek Samping Secara umum, efek
samping yang timbul tidak akan bersifat permanen. Efek samping hanya akan
bersifat sementara tergantung dari penerimaan tubuh terhadap IUD. Efek samping
yang bersifat sementara tersebut antara lain:
v Perubahan siklus haid pada 3 bulan
pertama pemakaian
v Pembengkakan panggul bisa terjadi
setelah terkena infeksi penyakit kelamin
v Tidak memberikan perlindungan
terhadap IMS dan HIV dan AIDS
Ø Perhatian
v Anda hanya perlu sekali dalam
setahun untuk datang ke dokter atau bidan untuk memeriksakan keberadaan IUD
Anda
v Pemasangan IUD harus dilakukan oleh
tenaga medis yang telah dilatih
v IUD dapat dipasang segera setelah
melahirkan, setelah plasenta keluar
v Kapan saja bisa dipasang tidak harus
sedang haid asalkan Anda tidak sedang hamil
d. Implan
Implant adalah obat kontrasepsi yang berbentuk seperti tabung
kecil, sebesar korek api-lah kira-kira.Didalamnya terkandung hormon progesteron
yang akan dikeluarkan sedikit demi sedikit.
Ø Dosis, Norplant terdiri dari 6
kapsul silastik, dimana setiap kapsulnya berisi levornorgestrel sebanyak 36 mg.
Sedang Implanon terdiri 1 kapsul silastik yang berisi etonogestrel sebanyak 68
mg, yang dilepas tiap hari kurang lebih 30 microgram/hari
Ø Cara kerja Implant. Dengan
disusupkannya 6 kapsul/1 kapsul silastik implant di bawah kulit, maka setiap
hari dilepaskan secara tetap sejumlah leveonorgestrel ke dalam darah melalui
proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silastik. Besar
kecilnya levonogestrel yang dilepas tergantung besar kecilnya permukaan kapsul
silastik dan ketebalan dari dinding kapsul tersebut. Satu set Implant yang
terdiri dari 6 kapsul dapat bekerja secara efektip selama 5 tahun. Sedang
Implanon yang terdiri dari 1 kapsul dapat bekerja secara efektip selama 3
tahun.
Ø Cara kerja dalam pencegahan
kehamilan. Dengan dilepaskannya hormon levonargestrel secara konstan dan
kontinyu maka cara kerja implant dalam mencegah kehamilan pada dasarnya terdiri
atas 3 mekanisme dasar yaitu :
v Menghambat terjadinya ovulasi
v Menyebabkan endometrium tidak siap untuk
nidasi
v Mempertebal lendir serviks
v Menipiskan lapisan endometrium.
Ø Efektifitas
Sangat tinggi, kegagalannya teoritis 0,2%, dalam praktek 1
Ø Keuntungan Implant :
v Tidak menekan produksi ASI
v Praktis, efektif
v Tidak ada faktor lupa
v Masa pakai panjang
v Membantu mencegah anaemia
v Khasiat kontrasepsi susuk berakhir
segera setelah pengangkatan
v Dapat digunakan oleh ibu yang tidak
cocok dengan hormon estrogen.
Ø Kekurangan Implant :
v Implant harus
dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih
v Petugas
kesehatan harus dilatih khusus
v Implant mahal
v Implant sering
mengubah pola haid. karena adanya hormon progesterone yang terkandung di
dalamnya, perdarahan ringan diantara masa haid, juga timbul sakit kepala
ringan. karena mengandung hormone maka tentu saja akan berpengaruh pada
metabolism tubuh. Sama seperti halnya pil atau suntik, tidak jarang pengguna
implant yang tidak cocok akan mengalami masa menstruasi yang berbeda-beda
v Susuk mungkin
dapat terlihat dibawah kulit.
Ø Sebelum
tindakan pemasangan. Perlu diberi konseling secara mantap untuk peserta KB
mengingat pemkaian kontrasepsi yang lama dan harga susuk yang mahal.
Ø Pemasangan
implant. Pemasangan dilaksanakan pada bagian tubuh yang jarang bergerak.
Berdasarkan penelitian, lengan kiri merupakan tempat terbaik untuk
pemasangan, yang sebelumnya dilakukan anaestesi lokal.
Ø Tahap Pasca
tindakan.
a.
Peserta KB Susuk sebaiknya menjaga agar daerah
sayatan tetap kering minimal selama 3 hari untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi
kemungkinan infeksi
b.
Lengan
akseptor kadang-kadang terasa membengkak dan berwarna kebiru- biruan. Hal
tersebut biasanya akibat tindakan suntikan atau pemasangan implant dan akan
menghilang dalam 3 hari hingga 5 hari.
c.
Setelah 5 tahun implant atau 3 tahun untuk
Implanon pemakaian, implant dapat dilepas.
v Kontraindikasi
:
a.
Hamil atau diduga hamil
b.
Tumor c
c.
Penyakit jantung, kelainan haid, darah tinggi,
kencing manis
v Efek samping.
Pada dasarnya keluhannya sama dengan kontrasepsi suntik yaitu :
a.
Gangguan haid
b.
Jerawat
c.
Perubahan libido
d.
Keputihan
e.
Perubahan berat badan Bila terjadi hal-hal
tersebut diatas konsultasikan kepada dokter anda untuk memperoleh konseling dan
penanggulangan.
e.
Kontrasepsi Mantap Tubektomi
Tubektomi
adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan)
seorang perempuan secara permanen. Sterilisasi tuba bisa dilakukan 24-48 jam
pasca melahirkan pada persalinan tanpa komplikasi dan bayi diyakinkan sehat.
Ø Kelebihan:
v Sangat efektif
dan permanen
v Tidak
memoengaruhi proses menyusui
v Tidak
mengganggu hubungan seks dan perubahan dalam fungsi seksual
v Sangat efektif
dan permanen
v Tindakan
pembedahan yang aman dan sederhana
v Tidak ada efek
samping
Ø Kelemahan:
v Dapat menyesal
di kemudian hari saat ingin memiliki anak lagi
v Rasa sakit atau
tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan
v Harus dilakukan
dojter terlatih atau dokter spesialis
v Harus
dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen (tidak dapat dipulihkan
kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi
f.
Kontrasepsi Mantap Vasektomi
Sterilisasi
berencana bisa dilakukan pada 6-8 minggu postpartum pada pasangan yang
benar-benar yakin dan bayi dalam keadaan sehat. Vasektomi adalah prosedur
klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi prida dengan jalan melakukan
okusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan
proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
Ø Kelebihan:
a.
Sangat efektif dan permanen
b.
Tidak ada efek samping jangka panjang
c.
Konseling dan persetujuan mutlak diperlukan
Ø Kelemahan:
Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat tindakan,
akibat reaksi anafilaksi yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau
manipulasi berlebihan terhadapa anyaman pembuluh darah di sekitar vasa
deferensia.
g.
Ligasi tuba
Ligasi tuba
adalah pemotongan dan pengikatan atau penyumbatan tuba falopii (saluran telur
dari ovarium ke rahim). Pada ligasi tuba dibuat sayatan pada perut dan
dilakukan pembiusan total. Ligasi tuba bisa dilakukan segera setelah melahirkan
atau dijadwalkan di kemudian hari. Sterilisasi pada wanita seringkali dilakukan
melalui laparoskopi. Selain pemotongan dan pengikatan,bisa juga dilakukan kauterisasi
(pemakaian arus listrik) untuk menutup saluran tuba.Untuk menyumbat tuba bisa
digunakan pita plastik dan klip berpegas. Pada penyumbatan tuba,kesuburan akan
lebih mudah kembali karena lebih sedikit terjadi kerusakan
jaringan.Teknik sterilisasi lainnya yang kadang digunakan pada wanita
adalah histerektomi (pengangkatan rahim) dan ooforektomi (pengangkatan
ovarium/indung telur).
A.
Vaksin
1. Pengertian
Imunisasi
berasal dari kata imun, kebal, resisten. Imunisasi berarti anak di berikan kekebalan terhadap suatu penyakit
tertentu. Anak kebal terhadap suatu penyakit tapi belum kebal terhadap
penyakit yang lain.(Soekidjo.2003) Imunisasi adalah upaya memberikan bahan
untuk merangsang produksi daya tahan tubuh. Sebagai akibat selanjutnya orang
yang diberi vaksin akan memiliki kekebalan spesifik terhadap penyakit yang
disebabkan kuman tersebut. Bahan tersebut pada dasarnya merupakan ancaman
buatan bagi tubuh (Achmadi,2006) Imunisasi disebut juga vaksinasi atau
inokulasi. Imunisasi memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit
berbahaya. Walaupun beberapa dari penyakit ini jarang ditemukan. Ketika
diimunisasi, diberikan vaksin yang dibuat dari sejumlah kecil bakteri atau
virus penyebab penyakit tersebut. Vaksin ini akan merangsang tubuh membuat anti bodi terhadap penyakit dimaksud.(Thompson,2003)
Vaksin adalah segala persiapan dimaksudkan untuk menghasilkan kekebalan
terhadap penyakit dengan merangsang produksi antibodi. Vaksin termasuk,
misalnya, suspensi mikroorganisme dibunuh atau dilemahkan, atau produk atau
turunan dari mikroorganisme. Metode yang paling umum dari pemberian vaksin
adalah melalui suntikan, namun ada juga yang diberikan melalui mulut atau
semprot hidung. (who) Vaksinasi, yang merupakan imunisasi aktif, ialah suatu tindakan
yang dengan sengaja memberikan paparan antigen dari suatu patogen yang akan
menstimulasi sistem imun dan menimbulkan kekebalan sehingga nantinya anak yang
telah mendapatkan vaksinasi tidak akan sakit jika terpajan oleh antigen serupa.
Antigen yang diberikan dalam vaksinasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan sakit, namun dapat menimbulkan limfosit yang peka, antibodi
maupun sel memori.
2.
Tujuan
imunisasi/vaksin
Tujuan imunisasi yaitu untuk mencegah
terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu
pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan suatu penyakit
tertentu dari dunia. Program imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan
pada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang
disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. Secara umun tujuan
imunisasi antara lain :
a.
Melalui imunisasi, tubuh tidak mudah terserang
penyakit menular
b.
Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit
menular
c.
Imunisasi menurunkan angka mordibitas (angka
kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) pada balita.
3.
Jenis-jenis vaksin
a.
Imunisasi BCG Ketahanan
terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercle
bacii yang hidup didalam darah. Itulah mengapa agar memiliki kekebalan aktif,
dimasukkan jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG
(Bacillus Celmette-Guerin)
·
Jadwal pemberian :
Diberikan 1 kali pada umur antara 0-2 bulan
·
Cara Pemberian dan Dosis:
Sebelum
disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu. Melarutkan dengan
menggunakan alat suntik steril (ADS 5 ml) a
·
Dosis pemberian:
0,05 ml sebanyak 1 kali
·
Disuntikkan secara intrakutan di daerah lengan
kanan atas (insertio musculus deltoideus) , dengan menggunakan spuit suntik
(ADS 0,05 ml)
·
Vaksin yang dilarutkan harus digunakan sebelum
lewat 3 jam. 2.
b.
Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi ini
merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya VHB, yaitu virus penyebab
penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat menyebabkan sirosis atau pengerutan
hati, bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan kanker hati.
·
Jadwal pemberian :
Pemberian 3 kali selang 4 minggu, umur antara
0-11 bulan.
·
Cara Pemberian dan Dosis :
Ø Sebelum
digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen
Ø Vaksin
disuntikkan dengan dosis 0,5 ml atau 1 buah HB PID, pemberian suntikan secara
intramuskular, sebaiknya pada anterolateral paha
Ø Pemberian
sebanyak 3 dosis
Ø Dosis pertama
diberikan pada usia 0-7 hari, dosis berikutnya dengan interval minimum 4 minggu
(1 bulan)
Ø Untuk Hepatitis
B vial
Ø Di unit
pelayanan statis, vaksin Hep B yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4
minggu dengan ketentuan:
v Vaksin belum
kadaluarsa
v Vaksin di
simpan dalam suhu
v Tidak pernah
terendam air
v Sterilitasnya
terjaga
v VVM masih dalam
kondisi A dan B
Ø Sedangkan di
Posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari
berikutnya
c. Imunisasi Polio
Imunisasi polio
akan memberikan kekebalan terhadap serangan virus polio. Penyakit akibat
virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan.
·
Jadwal Pemberian :
Diberikan 4 kali (Polio 1, 2, 3, 4) selang 4
minggu, umur antara 0-11 bulan
·
Cara Pemberian dan Dosis :
Ø Diberikan
secara oral (melalui mulut), 1 dosis adalah 2 (dua) tetes sebanyak 4 kali
(dosis) pemberian
Ø dengan interval
setiap dosis minimal 4 minggu
Ø Setiap membuka
vial baru harus menggunakan penetes (dropper) yang baru Di unit pelayanan
statis, vaksin polio yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 2 minggu
dengan ketentuan:
v vaksin belum
kadaluarsa
v vaksin disimpan
dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C
v tidak pernah
terendam air
v sterilitasnya
terjaga
v VVM masih dalam
kondisi A atau B
v Sedangkan di
posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari
berikutnya 4.
d.
Imunisasi DTP
Dengan
pemberian imunisasi DTP, diharapkan penyakit difteri, tetanus, dan pentusis,
menyingkir jauh dari tubuh si kecil.
·
Jadwal Pemberian :
Diberikan 3 kali (DPT 1,2,3), selang 4 minggu,
umur antara 2-11 bulan
·
Cara Pemberian dan Dosis :
Ø Sebelum
digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen
Ø Disuntikkan
secara im dengan dosis pemberian 0,5 ml sebanyak 3 dosis Dosis pertama
diberikan pada anak umur 2 bulan, dosis selanjutnya diberikan dengan interval
paling cepat 4 minggu
Ø Di unit
pelayanan statis, vaksin DPT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4
minggu, dengan ketentuan:
v vaksin belum
kadaluarsa
v vaksin disimpan
dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C
v tidak pernah
terendam air
v sterilitasnya
terjaga
v VVM masih dalam
kondisi terjaga
Ø Di Posyandu
vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari
berikutnya
e.
Imunisasi Campak
Sebenarnya bayi
sudah mendapatkan kekebalan campak dari ibunya. Namun seiring
bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi
tambahan lewat pemberian vaksin campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus
Morbili.
·
Jadwal Pemberian :
Pemberian 1 kali, umur antara 9–11 bulan
·
Cara Pemberian dan Dosis :
Ø Sebelum
disuntikkan vaksin campak terlebih dahulu harus dilarutkan dengan pelarut
steril yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut
Ø Dosis pemberian
0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan kiri atas, pada usia 9-11
bulan. Dan ulangan (booster) pada usia 6 - 7 tahun (kelas 1 SD) setelah
catch-up campaign campak pada anak SD kelas 1-6.
f.
Imunisasi
HIB
Penyakit Hib
bisa dicegah melalui imunisasi Hib. Imunisasi Hib tidak dapat melindungi kanak-
kanak daripada mendapat penyakit yang disebabkan oleh bakteria/virus yang lain.
Kanak- kanak mungkin boleh mendapat lain jenis jangkitan radang paru-
paru, radang selaput otak atau selesma. Semua bayi berumur 2, 3 dan 5
bulan perlu diberi imunisasi Hib Imunisasi Hib diberikan sebanyak 3 dos. Umur
Dos: 2 bulan Dos 1, 3 bulan Dos 2, 5 bulan Dos 3.
g.
Imunisasi
Rotavirus
merupakan penyakit yang banyak menyerang anak-anak dan menyebabkan kematian.
Studi terbaru mengungkapkan vaksin rotavirus terbukti efektif dan memberikan
perlindungan yang luas. Baru-baru ini sebuah vaksin rotavirus diperkenalkan dan
telah terbukti sangat efektif serta memiliki beberapa manfaat yang tidak
terduga. Hal ini karena vaksin tersebut memberikan perlindungan yang lebih luas
bagi anak yang menerima vaksin dan orang-orang disekitarnya. Para peneliti yang
mengevaluasi vaksin tersebut menyimpulkan vaksin ini efektif karena terbukti
menurunkan pasien rawat inap akibat diare di rumah sakit sebanyak 50 persen.
Penurunan ini terjadi hanya setelah 2 tahun program imunisasi dimulai.
h.
Imunisasi Pnemokokus.
Vaksin
pneeumokokus konjungat merupakan vaksin kedua yang digunakan untuk mencegah
radang selaput otak (Hib adalah yang pertama). Dulu vaksinini hanya dianjurkan
untuk dewasa berusia 65 tahun atau lebih dan tidak digunakan pada anak karena
tipe vaksin yang terdahulu (polisakarida) tidak bagus digunakan pada anak.
Vaksin ini memberikan kekebalan terhadap 7 strain bakteri pneumokokus penyebab
terbanyak infeksi serius pada anak. Vaksin ini baru dapat mencega infeksi
telinga tengah, meningitis, pneumonia (radang paru), dan bakteremia akibat
bakteri pneumokokus. Bayi harus mendapatkan vaksin ini sebanyak 4 dosis,
yang diberikan pada usia 2, 4, 6 dan 12-15 bulan. Anak yang berusia lebih tua
tidak memerlukan pengulangan dosis sebanyak ini. Konfirmasi dengan dokter anak
jika anak anda mulai mendapatkan vaksin pada usia yang lebih tua. Untuk anak
berusia lebihdari 5 tahun yang ingin diberikan imunisasi dapat diberikan vaksin
pneumokokus polisakarida. Vaksin pneumokokus dapat diberikan bersamaan dengan
vaksin lainnya.
i.
Imunisasi influenza.
Imunisasi
influenza untuk pencegahan influenza musiman. Influenza (flu) adalah penyakit
yang disebabkan oleh virus influenza. Ada berbagai jenis virus flu, dimana
mereka sering ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala influenza suhu tinggi
(demam), nyeri otot, batuk, sakit kepala dan kelelahan yang “ekstrim”. Flu
biasanya berlangsung selama antara dua dan tujuh hari dan biasanya membaik
secara spontan. Kebanyakan orang bisa sembuh sepenuhnya, tetapi komplikasi,
seperti infeksi dada atau pneumonia, berkembang di beberapa kasus.
4.
Tata Cara Pemberian
Imunisasi
Teknik
atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan virus atau
bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik
atau minum / telan.
·
Tata Cara Pemberian Imunisasi :
Sebelum melakukan imunisasi, dianjurkan mengikuti
tata cara sebagai berikut :
Ø Memberitahukan
secara rinci tentang risiko vaksinasi dan risiko apabila tidak diimunisasi.
Ø Periksa kembali
persiapan untuk melakukan pelayanan secepatnya bila terjadi reaksi ikutan yang
tidak diharapkan.
Ø Baca dengan
teliti informasi tentang produk (vaksin) yang akan diberikan jangan lupa
mengenai persejutuan yang telah diberikan kepada orang tua.
Ø Melakukan tanya
jawab dengan orang tua atau pengasuhnya sebelum melakukan imunisasi
Ø Tinjau kembali
apakah ada kontra indikasi terhadap vaksin yang akan diberikan
Ø Periksa
identitas penerima vaksin dan berikan antipiretik bila diperlukan
Ø Periksa jenis
vaksin dan yakin bahwa vaksin tersebut telah disimpan dengan baik
Ø Periksa vaksin
yang akan diberikan apakah tampak tanda-tanda perubahan, periksa tanggal
kadaluwarsa dan cacat hal-hal istimewa, misalnya perubahan warna menunjukkan
adanya kerusakan.
Ø Yakin bahwa
vaksin yang akan diberikan sesuai jadwal.
Ø Berilah
petunjuk (sebaiknya tertulis) kepada orang tua atau pengasuh apa yang harus
dikerjakan dalam kejadian reaksi yang biasa atau reaksi ikutan yang lebih
berat.
Ø Catat imunisasi
dalam rekam medis pribadi dan dalam catatan klinis
Ø Catatan
imunisasi secara rinci harus disampaikan kepada Dinas Kesehatan bidang
Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) m)
Ø Periksa status
imunisasi anggota keluarga lainnya dan tawarkan vaksinasi untuk mengejar
ketinggalan, bila diperlukan.
BAB III
KESIMPULAN
A.
Keluarga berencana
keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan
suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan
kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan,
mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta
menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Tujuan dari
keluarga berencana :
a.
Mengatur
kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak pertama dan
menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan
kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
b.
.Mengobati
kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu
tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk
tercapainya keluarga bahagia.
c.
Married
Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan menikah
dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan pemahaman
yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan berkualitas.
d.
Tujuan
akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera)
dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu keluarga
yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan
produktif dari segi ekonomi.
e.
Meningkatkan
jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
f.
Menurunnya
jumlah angka kelahiran bayi.
B.
Vaksin
Kesimpulan
Vaksinasi, yang merupakan imunisasi aktif, ialah suatu tindakan yang dengan
sengaja memberikan paparan antigen dari suatu patogen yang akan menstimulasi
sistem imun dan menimbulkan kekebalan sehingga nantinya anak yang telah
mendapatkan vaksinasi tidak akan sakit jika terpajan oleh antigen serupa.
Secara umun
tujuan imunisasi antara lain :
·
Melalui imunisasi, tubuh tidak mudah terserang
penyakit menular
·
Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit
menular
·
Imunisasi menurunkan angka mordibitas (angka
kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) pada balita.
Manfaat Imunisasi :
Ø
Bagi Anak Sebagai upaya pencegahan untuk
melindungi anak dari serangan penyakit tertentu, yang mungkin bisa
menyebabkan penderitaan atau bahkan cacat permanen.
Ø
Bagi Keluarga Bagi keluarga, vaksinasi
bermanfaat untuk menghilangkan kecemasan akan kesehatan dan biaya pengobatan
jika anak sakit. Menumbuhkan keyakinan dan harapan bahwa anak-anak akan
menjalani masa pertumbuhannya dengan aman dan ceria. Sehingga, orang tua bisa
sedikit terlepas dari kekhawatiran anaknya terserang dari penyakit-penyakit
tertentu yang selalu menjangkiti anak-anak.
Ø Bagi Negara
Vaksinasi merupakan salah satu bentuk tanggung jawab negara untuk meningkatkan
taraf kesehatan wargananya. Dengan vaksinasi diharapkan kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan lebih meningkat dan citra negara di
mata dunia menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Doenges,
Marylinn E 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi : Pedoman untuk perencanaan
dan dokumentasi perawatan klien. Jakarta : EGC Doenges, Marylinn E.
Achmadi,Umar
Fahmi.2006. Imunisasi,Mengapa Perlu?.Jakarta : Penerbit .(online).diakses
dari lontar.ui.ac.id/file?...Kelengkapan%20 Buku Kompas Anonim.2012.ManfaatVaksinasibagiAnak,KeluargadanNegara.
http://infomanfaat.com/561/manfaat-vaksinasi-bagi-anak-keluarga-dan-negara/kesehatan. Diakses
pada tanggal 10 April 2013 Anonim.2010.JenisjenisVaksinhttp://www.historyofvaccines.org/content/articles/different-types-vaccines
Diakses pada tanggal 10 April 2013
Diakses pada
tanggal 10 April 2013 Cahyono, J.B. Subarjo B.2010. Vaksinasi
CaraampuhCegahPenyakitInfeksi. Yogyakarta : Kanisius. Notoatmodjo,
Soekidjo. 2003. http://www.academia.edu/6367661/TUGAS_MATA_KULIAH_VAKSIN_DAN_IMUN
Disusun Oleh Lilis Suryani
Terimakasih Kepada Dosen Pengampu Zaidir, ST., MCs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar