Selasa, 16 Juli 2019

Makalah Tentang Keluarga Berencana dan Vaksin



MAKALAH

FARMAKOLOGI
“ TENTANG KELUARGA BERENCANA DAN VAKSI ”




Disusun  oleh :

Lilis Suryani                            17150044







D3 KEBIDANAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2017-2018


KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama allah swt yang maha pemgasih lagi maha penyayang saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-nya , yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah –nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah farmakologi ini.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
1.      Keluarga Berencana
Rentang tahun 1800-1900 jumlah penduduk Indonesia bertambah tiga kali lipatnya. Sedangkan 1900 -2000 terjadi pertambahan penduduk lima kali lipat dari 40,2 juta orang menjadi 205,8 juta orang. Selama rentang 1900-2000, progran Keluarga Berencana (KB) berhasil mencegah kelahiran 80 juta orang.Tanpa program KB jumlah penduduk hingga tahun 2000 diprediksi 285 juta orang . Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang  paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan  perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998).
2.      Vaksin
Manusia dapat terhindar dari penyakit, karena didalam tubuhnya dilengkapi dengan dua kekebalan tubuh yaitu system kekebalan spesifik dan ksistem kekebalan non-spesifik. System kekebalan tubuh non spesifik bekerja melawan semua jenis  benda asing yang masuk dan tidak bekerja ditujukan pada zat asing atau mikroorganisme tertentu. System kekebalan tubuh non spesifik meliputi antara lain :
a.       Pertahanan fisis dan mekanis, misalnya silia bulu getar hidung yang menyaring kotoran yang masuk dari saluran nafas bawah, kulit, bulu mata, dll.
b.      Pertahanan biokimiawi, misalnya air susu ibu yang mengandung laktoferin yang berperan sebagai antibakteri
c.       Pertahanan tubuh seluler, misalnya monosit dan makrofrag.


Apabila kekebalan tubuh spesifik tidak bisa mengatasi serangan mikroorganisme atau zat asing yang masuk maka kekebalan tubuh spesifik akan diaktifkan. Sistem kekebalan tubuh spesifik bekerja melawan antigen tertentu oleh karena kemampuannya menyimpan memori. Sistem kekebalan tubuh spesifik diperankan oleh sel limfosit T dan limfosit B. Sistem kekebalan tubuh spesifik ini tidak mengenali struktur utuh dari mikroorganisme melainkan hanya sebagian protein saja yang kemudian memacu kekebalan aktif tubuh. Protein yang sebagian ini disebut antigen. Adanya antigen ini akan menyebabakan sel T dan B memproduksi antibody untuk melawan antigen yang masuk ke dalam tubuh manusia. Semakin sering terpapar antigen dari luar maka akan semakin tinggi antibody yang terbentuk dan memori pertahanan tunuh semakin  banyak mengingat, sehingga tubuh menjadi kebal. Akan tetapi antibody dalam tubuh manusia sifatnya tidak stabil, untuk itu diperlukan suatu paparan antigen dari luar yang dilemahkan yang disebut vaksin untuk memacu kekebalan tubuh tersebut aktif. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai vaksinasi dan hubungannya dengan kekebalan tubuh manusia serta jenis- jenis vaksin dan waktu pemberiannnya. (Cahyono, Subarjo.2010).
B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian keluarga berencana dan vaksin
2.      Tujuan di selenggarakannya keluarga berencana dan vaksi
3.      Jenis-jenis alat kontrasepsi  dan vaksin
4.      Tatacara pemberian vaksin
C.    Tujuan penulisan
1.      Menjelaskan pemgertian keluarga berencana dan vaksin
2.      Menjelaskan tujuan diselenggarkannya keluarga berencana dan vaksin
3.      Menjelaskan jenis-jenis vaksin
4.      Menjelaskan tatacara pemberian vaksin
5.      Sebagai tugas matakuliah farmakologi semester pendek


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Keluarga berencana
1.      Pengertian keluarga berencana
      Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: keluarga bencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga. Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur  banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilan tersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang kehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi.
2.      Tujuan
a.       Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak  pertama dan menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
b.      .Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk tercapainya keluarga bahagia.
c.       Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan menikah dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan  pemahaman yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan  berkualitas.
d.      Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan  produktif dari segi ekonomi.
e.       Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
f.       Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.


3.      Jenis-jenis kontarasepsi
a.       KB Suntik
Metode Keluarga Berencana ini dapat menghalangi ovulasi (masa subur), mengubah lendir serviks (vagina) menjadi kental, menghambat sperma dan menimbulkan perubahan pada rahim. Cara kerja KB suntik pun dapat mencegah terjadinya pertemuan sel telur dengan sperma dan mengubah kecepatan transportasi sel telur. Suntikan Keluarga Berencana terbagi menjadi suntik perbulan atau suntikan terpadu, contohnya dan suntikan per tiga bulan (suntikan progestin). Suntikan  progestin (Depo Provera atau Niisterat) atau suntikan yang diberikan tiap dua atau tiga bulan sekali ini aman untuk ibu menyusui atau yang tidak boleh menggunakan tambahan estrogen. Suntikan progestin lebih menyebabkan perubahan seputar haid dan berat badan bertambah. Suntikan perbulan atau suntikan terpadu, mengandung hormon progestin dan estrogen. Jika Anda ingin siklus haid tetap teratur dapat menggunakan kontrasepsi ini. Sayangnya, suntikan ini sulit diperolah dan biayanya mahal dibandingkan suntikan progestin. Suntikan terpadu memiliki efek samping yang sama dengan pil KB terpadu, serta dilarang dipakai oleh ibu menyusui. Anda bisa menghentikan metode ini kapan saja, namun baru bisa hamil satu tahun kemudian bahkan lebih, demikian  pula haid akan kembali normal setelah jangka waktu itu. Namun ada sebagian  perempuan yang mendapat haid serta hamil dalam waktu lebih cepat dari itu.Selain menjadi kontrasepsi sementara yang paling baik, suntikan ini juga telah mengurangi angka kegagalan kurang dari 0,1% per tahun. Suntikan Keluarga Berencana tidak mengganggu kelancaran ASI, kecuali Anda menggunakan suntikan terpadu. Alat kontrasepsi ini juga dapat melindungi Anda dari anemia, dan memberikan perlindungan pada radang panggul. KB suntik memiliki reaksi sangat cepat (kurang dari 24 jam), dapat digunakan perempuan di atas 35 tahun, serta tidak menimbulkan ketergantungan, namun Anda harus rajin kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan. Kerugian penggunaan KB suntik ialah Anda akan mengalami gangguan haid, dimana siklus haid bisa memendek atau memanjang, pendarahan banyak atau sedikit, spotting, sampai tidak haid sama sekali. KB suntik pun tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu, naiknya berat badan, terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian, dan jika digunakan dalam jangka panjang dapat terjadi perubahan pada lipid serum, menurunkan densitas tulang, serta keringnya vagina yang dapat menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, dan jerawat.
b.      Pil KB
Komposisi Pil KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi selama 28 hari. Terdiri dari 21 tablet pil berwarna kuning yang setiap tabletnya mengandung 0.15 mg Levonorgestrel (hormon Progestin) dan 0.03 mg Etinilestradiol (hormon Estrogen) dan 7 tablet salut gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon. Mekanisme KerjaPil KB Andalan akan mencegah pelepasan sel telur yang telah diproduksi oleh indung telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Hormon yang terkandung dalam pil KB Andalan akan memperkental lendir leher rahim sehingga mempersulit sel sperma masuk kedalam rahim. Hal ini berguna untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan dan kehamilan. Selain itu, Pil KB Andalan akan menebalkan dinding rahim, sehingga tidak akan siap untuk kehamilan. Kualitas Apabila digunakan secara rutin dan tepat waktu, Pil KB Andalan 99,7% ampuh mencegah kehamilan. Kualitas telah memenuhi standard internasional , Membantu mencegah kehamilan di luar rahim, kanker indung telur, kanker rahim, kista dan kanker payudara. Hormon yang terkandung pada setiap pil merupakan perpaduan bahan yang sangat baik, sehingga kandungan hormon dan komposisi zat disetiap pil adalah sama. Hal ini tentu sangat berpengaruh untuk meminimalisasi kemungkinan efek samping dan meningkatkan efektifitas kerja dari pil ini. Keunikan Setiap produk tentu saja memiliki keunikan. Pil KB Andalan memiliki juga memiliki keunikan, antara lain:
Ø  Efek samping rendah
Ø  Nyaman
Ø  Menjaga siklus haid agar lebih teratur
Ø  Menjaga kestabilan berat badan
Ø  Menjaga kesehatan kulit
Ø  Kandungan hormon rendah
Ø  Kembali subur dengan cepat. Efek Samping Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi  bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
v  Mual
v  Sakit kepala ringan
v  Pada masa 3 bulan pertama mungkin akan terjadi spotting diantara masa haid
Ø  Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
v  Pil KB Andalan diminum di hari pertama haid
v  Pil KB Andalan harus diminum satu tablet setiap hari pada waktu yang sama untuk mengurangi kemungkinan efek samping
v  Pil KB Andalan tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin dan HIV/AIDS
v  Bila lupa minum 1 butir pil hormonal (berwarna kuning) maka harus minum 2 butir pil hormonal segera setelah Anda mengingatnya
v  Apabila lupa meminum 2 butir atau lebih pil hormonal (berwarna kuning), maka dalam 7 hari gunakan kondom.
v  Apabila melakukan hubungan seksual atau hindari hubungan seksual selama 7 hari
v  Apabila lupa meminum 1 butir pil pengingat (berwarna putih) maka buang pil pengingat yang terlupakan.
c.       IUD / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
Komposisi Batang plastik berbentuk T berukuran 3 cm dengan balutan tembaga seluas kurang lebih 380 mm2. Mekanisme Kerja IUD Andalan akan mencegah  pelepasan sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Selain itu mengurangi mobilitas sperma ag`r tidak dapat membuahi sel telur serta mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding Rahim . Kualitas IUD Andalan efektif mencegah kehamilan hingga 99,4% apabila dipasang sesuai dengan prosedur oleh bidan atau dokter terlatih.
Keunikan :
Ø  Sangat murah dan efisien karena cukup sekali pemakaian yang dibantu oleh tenaga medis
Ø  Pilihan kontrasepsi non hormonal jangka panjang yang minim efek samping
Ø  Efektif mencegah kehamilan selama 10 tahun
Ø  Cepat mengembalikan kesuburan, sehingga dapat segera hamil jika diinginkan Tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI
Ø  Efektif mencegah kehamilan ektopik
Ø  Efek Samping Secara umum, efek samping yang timbul tidak akan bersifat permanen. Efek samping hanya akan bersifat sementara tergantung dari penerimaan tubuh terhadap IUD. Efek samping yang bersifat sementara tersebut antara lain:
v  Perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama pemakaian
v  Pembengkakan panggul bisa terjadi setelah terkena infeksi penyakit kelamin
v  Tidak memberikan perlindungan terhadap IMS dan HIV dan AIDS


Ø  Perhatian
v  Anda hanya perlu sekali dalam setahun untuk datang ke dokter atau bidan untuk memeriksakan keberadaan IUD Anda
v  Pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis yang telah dilatih
v  IUD dapat dipasang segera setelah melahirkan, setelah plasenta keluar
v  Kapan saja bisa dipasang tidak harus sedang haid asalkan Anda tidak sedang hamil
d.      Implan
Implant adalah obat kontrasepsi yang berbentuk seperti tabung kecil, sebesar korek api-lah kira-kira.Didalamnya terkandung hormon progesteron yang akan dikeluarkan sedikit demi sedikit.
Ø  Dosis, Norplant terdiri dari 6 kapsul silastik, dimana setiap kapsulnya berisi levornorgestrel sebanyak 36 mg. Sedang Implanon terdiri 1 kapsul silastik yang berisi etonogestrel sebanyak 68 mg, yang dilepas tiap hari kurang lebih 30 microgram/hari
Ø  Cara kerja Implant. Dengan disusupkannya 6 kapsul/1 kapsul silastik implant di bawah kulit, maka setiap hari dilepaskan secara tetap sejumlah leveonorgestrel ke dalam darah melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silastik. Besar kecilnya levonogestrel yang dilepas tergantung besar kecilnya permukaan kapsul silastik dan ketebalan dari dinding kapsul tersebut. Satu set Implant yang terdiri dari 6 kapsul dapat bekerja secara efektip selama 5 tahun. Sedang Implanon yang terdiri dari 1 kapsul dapat bekerja secara efektip selama 3 tahun.
Ø  Cara kerja dalam pencegahan kehamilan. Dengan dilepaskannya hormon levonargestrel secara konstan dan kontinyu maka cara kerja implant dalam mencegah kehamilan pada dasarnya terdiri atas 3 mekanisme dasar yaitu :
v  Menghambat terjadinya ovulasi
v  Menyebabkan endometrium tidak siap untuk nidasi
v  Mempertebal lendir serviks
v  Menipiskan lapisan endometrium.
Ø  Efektifitas
Sangat tinggi, kegagalannya teoritis 0,2%, dalam praktek 1
Ø  Keuntungan Implant :
v  Tidak menekan produksi ASI
v  Praktis, efektif
v  Tidak ada faktor lupa
v  Masa pakai panjang
v  Membantu mencegah anaemia
v  Khasiat kontrasepsi susuk berakhir segera setelah pengangkatan
v  Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen.
Ø  Kekurangan Implant :
v  Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih
v  Petugas kesehatan harus dilatih khusus
v  Implant mahal
v  Implant sering mengubah pola haid. karena adanya hormon progesterone yang terkandung di dalamnya, perdarahan ringan diantara masa haid, juga timbul sakit kepala ringan. karena mengandung hormone maka tentu saja akan berpengaruh pada metabolism tubuh. Sama seperti halnya pil atau suntik, tidak jarang pengguna implant yang tidak cocok akan mengalami masa menstruasi yang berbeda-beda
v  Susuk mungkin dapat terlihat dibawah kulit.
Ø  Sebelum tindakan pemasangan. Perlu diberi konseling secara mantap untuk peserta KB mengingat pemkaian kontrasepsi yang lama dan harga susuk yang mahal.
Ø  Pemasangan implant. Pemasangan dilaksanakan pada bagian tubuh yang jarang bergerak. Berdasarkan penelitian, lengan kiri merupakan tempat terbaik untuk  pemasangan, yang sebelumnya dilakukan anaestesi lokal.
Ø  Tahap Pasca tindakan.
a.       Peserta KB Susuk sebaiknya menjaga agar daerah sayatan tetap kering minimal selama 3 hari untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi kemungkinan infeksi
b.       Lengan akseptor kadang-kadang terasa membengkak dan berwarna kebiru- biruan. Hal tersebut biasanya akibat tindakan suntikan atau pemasangan implant dan akan menghilang dalam 3 hari hingga 5 hari.
c.       Setelah 5 tahun implant atau 3 tahun untuk Implanon pemakaian, implant dapat dilepas.
v  Kontraindikasi :
a.       Hamil atau diduga hamil  
b.      Tumor c
c.       Penyakit jantung, kelainan haid, darah tinggi, kencing manis
v  Efek samping. Pada dasarnya keluhannya sama dengan kontrasepsi suntik yaitu :
a.       Gangguan haid  
b.      Jerawat
c.       Perubahan libido
d.      Keputihan
e.       Perubahan berat badan Bila terjadi hal-hal tersebut diatas konsultasikan kepada dokter anda untuk memperoleh konseling dan penanggulangan.
e.       Kontrasepsi Mantap Tubektomi
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen. Sterilisasi tuba bisa dilakukan 24-48 jam pasca melahirkan pada persalinan tanpa komplikasi dan bayi diyakinkan sehat.
Ø  Kelebihan:
v  Sangat efektif dan permanen
v  Tidak memoengaruhi proses menyusui
v  Tidak mengganggu hubungan seks dan perubahan dalam fungsi seksual
v  Sangat efektif dan permanen
v  Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana
v  Tidak ada efek samping
Ø  Kelemahan:
v  Dapat menyesal di kemudian hari saat ingin memiliki anak lagi
v  Rasa sakit atau tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan
v  Harus dilakukan dojter terlatih atau dokter spesialis
v  Harus dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen (tidak dapat dipulihkan kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi
f.       Kontrasepsi Mantap Vasektomi
Sterilisasi berencana bisa dilakukan pada 6-8 minggu postpartum pada  pasangan yang benar-benar yakin dan bayi dalam keadaan sehat. Vasektomi adalah  prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi prida dengan jalan melakukan okusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan  proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
Ø  Kelebihan:
a.       Sangat efektif dan permanen
b.      Tidak ada efek samping jangka panjang
c.       Konseling dan persetujuan mutlak diperlukan
Ø  Kelemahan: Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat tindakan, akibat reaksi anafilaksi yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau manipulasi berlebihan terhadapa anyaman pembuluh darah di sekitar vasa deferensia.
g.      Ligasi tuba
Ligasi tuba adalah pemotongan dan pengikatan atau penyumbatan tuba falopii (saluran telur dari ovarium ke rahim). Pada ligasi tuba dibuat sayatan pada perut dan dilakukan pembiusan total. Ligasi tuba bisa dilakukan segera setelah melahirkan atau dijadwalkan di kemudian hari. Sterilisasi pada wanita seringkali dilakukan melalui laparoskopi. Selain pemotongan dan pengikatan,bisa juga dilakukan kauterisasi (pemakaian arus listrik) untuk menutup saluran tuba.Untuk menyumbat tuba bisa digunakan pita plastik dan klip berpegas. Pada penyumbatan tuba,kesuburan akan lebih mudah kembali karena lebih sedikit terjadi kerusakan  jaringan.Teknik sterilisasi lainnya yang kadang digunakan pada wanita adalah histerektomi (pengangkatan rahim) dan ooforektomi (pengangkatan ovarium/indung telur).

A.    Vaksin
1. Pengertian
Imunisasi berasal dari kata imun, kebal, resisten. Imunisasi berarti anak di berikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal terhadap suatu  penyakit tapi belum kebal terhadap penyakit yang lain.(Soekidjo.2003) Imunisasi adalah upaya memberikan bahan untuk merangsang produksi daya tahan tubuh. Sebagai akibat selanjutnya orang yang diberi vaksin akan memiliki kekebalan spesifik terhadap penyakit yang disebabkan kuman tersebut. Bahan tersebut pada dasarnya merupakan ancaman buatan bagi tubuh (Achmadi,2006) Imunisasi disebut juga vaksinasi atau inokulasi. Imunisasi memberikan  perlindungan terhadap sejumlah penyakit berbahaya. Walaupun beberapa dari  penyakit ini jarang ditemukan. Ketika diimunisasi, diberikan vaksin yang dibuat dari sejumlah kecil bakteri atau virus penyebab penyakit tersebut. Vaksin ini akan merangsang tubuh membuat anti bodi terhadap penyakit dimaksud.(Thompson,2003) Vaksin adalah segala persiapan dimaksudkan untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit dengan merangsang produksi antibodi. Vaksin termasuk, misalnya, suspensi mikroorganisme dibunuh atau dilemahkan, atau produk atau turunan dari mikroorganisme. Metode yang paling umum dari pemberian vaksin adalah melalui suntikan, namun ada juga yang diberikan melalui mulut atau semprot hidung. (who) Vaksinasi, yang merupakan imunisasi aktif, ialah suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan antigen dari suatu patogen yang akan menstimulasi sistem imun dan menimbulkan kekebalan sehingga nantinya anak yang telah mendapatkan vaksinasi tidak akan sakit jika terpajan oleh antigen serupa. Antigen yang diberikan dalam vaksinasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit, namun dapat menimbulkan limfosit yang peka, antibodi maupun sel memori.
2.      Tujuan imunisasi/vaksin
Tujuan imunisasi yaitu untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan suatu penyakit tertentu dari dunia. Program imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan pada bayi agar dapat mencegah  penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering  berjangkit. Secara umun tujuan imunisasi antara lain :
a.       Melalui imunisasi, tubuh tidak mudah terserang penyakit menular
b.      Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit menular
c.       Imunisasi menurunkan angka mordibitas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) pada balita.
3.      Jenis-jenis vaksin
a.       Imunisasi BCG Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercle bacii yang hidup didalam darah. Itulah mengapa agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkan jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin)
·         Jadwal pemberian :
Diberikan 1 kali pada umur antara 0-2 bulan
·         Cara Pemberian dan Dosis:
Sebelum disuntikkan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu. Melarutkan dengan menggunakan alat suntik steril (ADS 5 ml) a
·         Dosis pemberian:
0,05 ml sebanyak 1 kali
·         Disuntikkan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas (insertio musculus deltoideus) , dengan menggunakan spuit suntik (ADS 0,05 ml)
·         Vaksin yang dilarutkan harus digunakan sebelum lewat 3 jam. 2.
b.      Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi ini merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya VHB, yaitu virus penyebab penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat menyebabkan sirosis atau pengerutan hati, bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan kanker hati.
·         Jadwal pemberian :
Pemberian 3 kali selang 4 minggu, umur antara 0-11  bulan.
·         Cara Pemberian dan Dosis :
Ø  Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen  
Ø  Vaksin disuntikkan dengan dosis 0,5 ml atau 1 buah HB PID, pemberian suntikan secara intramuskular, sebaiknya pada anterolateral paha
Ø  Pemberian sebanyak 3 dosis
Ø  Dosis pertama diberikan pada usia 0-7 hari, dosis berikutnya dengan interval minimum 4 minggu (1 bulan)
Ø  Untuk Hepatitis B vial
Ø  Di unit pelayanan statis, vaksin Hep B yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4 minggu dengan ketentuan:
v  Vaksin belum kadaluarsa
v  Vaksin di simpan dalam suhu
v  Tidak pernah terendam air
v  Sterilitasnya terjaga
v  VVM masih dalam kondisi A dan B
Ø  Sedangkan di Posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya
c.       Imunisasi Polio
Imunisasi polio akan memberikan kekebalan terhadap serangan virus  polio. Penyakit akibat virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan.
·         Jadwal Pemberian :
Diberikan 4 kali (Polio 1, 2, 3, 4) selang 4 minggu, umur antara 0-11 bulan
·         Cara Pemberian dan Dosis :
Ø  Diberikan secara oral (melalui mulut), 1 dosis adalah 2 (dua) tetes sebanyak 4 kali (dosis) pemberian
Ø  dengan interval setiap dosis minimal 4 minggu
Ø  Setiap membuka vial baru harus menggunakan penetes (dropper) yang baru Di unit pelayanan statis, vaksin polio yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 2 minggu dengan ketentuan:
v  vaksin belum kadaluarsa
v  vaksin disimpan dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C
v  tidak pernah terendam air
v  sterilitasnya terjaga
v  VVM masih dalam kondisi A atau B
v  Sedangkan di posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya 4.
d.      Imunisasi DTP
 Dengan pemberian imunisasi DTP, diharapkan penyakit difteri, tetanus, dan pentusis, menyingkir jauh dari tubuh si kecil.
·         Jadwal Pemberian :
Diberikan 3 kali (DPT 1,2,3), selang 4 minggu, umur antara 2-11 bulan
·         Cara Pemberian dan Dosis :
Ø  Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen  
Ø  Disuntikkan secara im dengan dosis pemberian 0,5 ml sebanyak 3 dosis Dosis pertama diberikan pada anak umur 2 bulan, dosis selanjutnya diberikan dengan interval paling cepat 4 minggu
Ø  Di unit pelayanan statis, vaksin DPT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4 minggu, dengan ketentuan:
v  vaksin belum kadaluarsa
v  vaksin disimpan dalam suhu 2 0 C s/d 8 0 C
v  tidak pernah terendam air
v  sterilitasnya terjaga
v  VVM masih dalam kondisi terjaga 
Ø  Di Posyandu vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari  berikutnya
e.       Imunisasi Campak
Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan campak dari ibunya.  Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus Morbili.
·         Jadwal Pemberian :
Pemberian 1 kali, umur antara 9–11 bulan
·         Cara Pemberian dan Dosis :
Ø  Sebelum disuntikkan vaksin campak terlebih dahulu harus dilarutkan dengan  pelarut steril yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut
Ø  Dosis pemberian 0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan kiri atas,  pada usia 9-11 bulan. Dan ulangan (booster) pada usia 6 - 7 tahun (kelas 1 SD) setelah catch-up campaign campak pada anak SD kelas 1-6.
f.       Imunisasi HIB
Penyakit Hib bisa dicegah melalui imunisasi Hib. Imunisasi Hib tidak dapat melindungi kanak- kanak daripada mendapat penyakit yang disebabkan oleh bakteria/virus yang lain. Kanak- kanak mungkin boleh mendapat lain  jenis jangkitan radang paru- paru, radang selaput otak atau selesma. Semua  bayi berumur 2, 3 dan 5 bulan perlu diberi imunisasi Hib Imunisasi Hib diberikan sebanyak 3 dos. Umur Dos: 2 bulan Dos 1, 3 bulan Dos 2, 5 bulan Dos 3.
g.      Imunisasi
Rotavirus merupakan penyakit yang banyak menyerang anak-anak dan menyebabkan kematian. Studi terbaru mengungkapkan vaksin rotavirus terbukti efektif dan memberikan perlindungan yang luas. Baru-baru ini sebuah vaksin rotavirus diperkenalkan dan telah terbukti sangat efektif serta memiliki  beberapa manfaat yang tidak terduga. Hal ini karena vaksin tersebut memberikan perlindungan yang lebih luas bagi anak yang menerima vaksin dan orang-orang disekitarnya. Para peneliti yang mengevaluasi vaksin tersebut menyimpulkan vaksin ini efektif karena terbukti menurunkan pasien rawat inap akibat diare di rumah sakit sebanyak 50 persen. Penurunan ini terjadi hanya setelah 2 tahun program imunisasi dimulai.
h.      Imunisasi Pnemokokus.
Vaksin pneeumokokus konjungat merupakan vaksin kedua yang digunakan untuk mencegah radang selaput otak (Hib adalah yang pertama). Dulu vaksinini hanya dianjurkan untuk dewasa berusia 65 tahun atau lebih dan tidak digunakan pada anak karena tipe vaksin yang terdahulu (polisakarida) tidak bagus digunakan pada anak. Vaksin ini memberikan kekebalan terhadap 7 strain bakteri pneumokokus penyebab terbanyak infeksi serius pada anak. Vaksin ini baru dapat mencega infeksi telinga tengah, meningitis, pneumonia (radang paru), dan bakteremia akibat bakteri  pneumokokus. Bayi harus mendapatkan vaksin ini sebanyak 4 dosis, yang diberikan pada usia 2, 4, 6 dan 12-15 bulan. Anak yang berusia lebih tua tidak memerlukan pengulangan dosis sebanyak ini. Konfirmasi dengan dokter anak jika anak anda mulai mendapatkan vaksin pada usia yang lebih tua. Untuk anak berusia lebihdari 5 tahun yang ingin diberikan imunisasi dapat diberikan vaksin pneumokokus polisakarida. Vaksin pneumokokus dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya.
i.        Imunisasi influenza.
Imunisasi influenza untuk pencegahan influenza musiman. Influenza (flu) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Ada berbagai jenis virus flu, dimana mereka sering ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala influenza suhu tinggi (demam), nyeri otot, batuk, sakit kepala dan kelelahan yang “ekstrim”. Flu biasanya berlangsung selama antara dua dan tujuh hari dan biasanya membaik secara spontan. Kebanyakan orang bisa sembuh sepenuhnya, tetapi komplikasi, seperti infeksi dada atau pneumonia,  berkembang di beberapa kasus.
4.      Tata Cara Pemberian Imunisasi
Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik atau minum / telan.
·         Tata Cara Pemberian Imunisasi :
Sebelum melakukan imunisasi, dianjurkan mengikuti tata cara sebagai berikut :
Ø  Memberitahukan secara rinci tentang risiko vaksinasi dan risiko apabila tidak diimunisasi.  
Ø  Periksa kembali persiapan untuk melakukan pelayanan secepatnya bila terjadi reaksi ikutan yang tidak diharapkan.
Ø  Baca dengan teliti informasi tentang produk (vaksin) yang akan diberikan jangan lupa mengenai persejutuan yang telah diberikan kepada orang tua.
Ø  Melakukan tanya jawab dengan orang tua atau pengasuhnya sebelum melakukan imunisasi
Ø  Tinjau kembali apakah ada kontra indikasi terhadap vaksin yang akan diberikan
Ø  Periksa identitas penerima vaksin dan berikan antipiretik  bila diperlukan
Ø  Periksa jenis vaksin dan yakin bahwa vaksin tersebut telah disimpan dengan baik
Ø  Periksa vaksin yang akan diberikan apakah tampak tanda-tanda perubahan, periksa tanggal kadaluwarsa dan cacat hal-hal istimewa, misalnya perubahan warna menunjukkan adanya kerusakan.
Ø  Yakin bahwa vaksin yang akan diberikan sesuai jadwal.  
Ø  Berilah petunjuk (sebaiknya tertulis) kepada orang tua atau pengasuh apa yang harus dikerjakan dalam kejadian reaksi yang biasa atau reaksi ikutan yang lebih  berat.
Ø  Catat imunisasi dalam rekam medis pribadi dan dalam catatan klinis
Ø  Catatan imunisasi secara rinci harus disampaikan kepada Dinas Kesehatan  bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) m)
Ø  Periksa status imunisasi anggota keluarga lainnya dan tawarkan vaksinasi untuk mengejar ketinggalan, bila diperlukan.













BAB III
KESIMPULAN
A.    Keluarga berencana
keluarga  berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Tujuan dari keluarga berencana :
a.       Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak  pertama dan menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
b.      .Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk tercapainya keluarga bahagia.
c.       Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan menikah dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan  pemahaman yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan  berkualitas.
d.      Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan  produktif dari segi ekonomi.
e.       Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
f.       Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
B.     Vaksin
Kesimpulan Vaksinasi, yang merupakan imunisasi aktif, ialah suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan antigen dari suatu patogen yang akan menstimulasi sistem imun dan menimbulkan kekebalan sehingga nantinya anak yang telah mendapatkan vaksinasi tidak akan sakit jika terpajan oleh antigen serupa.
Secara umun tujuan imunisasi antara lain :
·         Melalui imunisasi, tubuh tidak mudah terserang penyakit menular
·         Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit menular
·         Imunisasi menurunkan angka mordibitas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) pada balita.
Manfaat Imunisasi :
Ø  Bagi Anak Sebagai upaya pencegahan untuk melindungi anak dari serangan  penyakit tertentu, yang mungkin bisa menyebabkan penderitaan atau  bahkan cacat permanen.  
Ø  Bagi Keluarga Bagi keluarga, vaksinasi bermanfaat untuk menghilangkan kecemasan akan kesehatan dan biaya pengobatan jika anak sakit. Menumbuhkan keyakinan dan harapan bahwa anak-anak akan menjalani masa pertumbuhannya dengan aman dan ceria. Sehingga, orang tua bisa sedikit terlepas dari kekhawatiran anaknya terserang dari penyakit-penyakit tertentu yang selalu menjangkiti anak-anak.
Ø  Bagi Negara Vaksinasi merupakan salah satu bentuk tanggung jawab negara untuk meningkatkan taraf kesehatan wargananya. Dengan vaksinasi diharapkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan lebih meningkat dan citra negara di mata dunia menjadi lebih baik. 














DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marylinn E 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi : Pedoman untuk perencanaan dan dokumentasi perawatan klien. Jakarta : EGC Doenges, Marylinn E.
Achmadi,Umar Fahmi.2006. Imunisasi,Mengapa Perlu?.Jakarta : Penerbit .(online).diakses dari lontar.ui.ac.id/file?...Kelengkapan%20 Buku Kompas Anonim.2012.ManfaatVaksinasibagiAnak,KeluargadanNegara. http://infomanfaat.com/561/manfaat-vaksinasi-bagi-anak-keluarga-dan-negara/kesehatan. Diakses pada tanggal 10 April 2013 Anonim.2010.JenisjenisVaksinhttp://www.historyofvaccines.org/content/articles/different-types-vaccines Diakses  pada tanggal 10 April 2013
Anonim.2013. Pengertian Vaksin. http://www.who.int/topics/vaccines/en/
Diakses pada tanggal 10 April 2013 Cahyono, J.B. Subarjo B.2010. Vaksinasi CaraampuhCegahPenyakitInfeksi. Yogyakarta : Kanisius.  Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. http://www.academia.edu/6367661/TUGAS_MATA_KULIAH_VAKSIN_DAN_IMUN 


Disusun Oleh Lilis Suryani 


Terimakasih Kepada Dosen Pengampu Zaidir, ST., MCs.
                                                     






Tidak ada komentar:

Posting Komentar