Jumat, 19 Juli 2019

Pentingnya ASI Ekslusif



GIZI IBU MENYUSUI

A.    Pengertian Laktasi/Menyusui
Adalah proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi  mengisap dan menelan ASI.
B.     Produksi Asi
  1. Kolostrum: hari-hari pertama bayi baru lahir
  2. Air susu mature: beberapa hari kemudian, jumlah >
  3. Fore milk:  awal proses menyusui
  4. Hind milk: akhir menyusui, kadar lemak > 2-3 kali fore milk
C.     Keistimewaan Asi
  1. ASI adalah cairan hidup
  2. Menyusui bukanlah sekadar memberi makan, tapi juga mendidik anak.
  3. Kolostrum memiliki daya tahan tubuh 17-20 kali lebih baik dibanding ASI berikutnya.
  4. Ibu menyusui dapat mengonsumsi apa saja, kecuali rokok, minuman keras, dan narkoba.
  5. Agar produksi ASI optimal, ibu harus berpikir positif bahwa ia mampu mampu memberikan ASI.
  6. Kebutuhan cairan bagi ibu yang menyusui akan diatur oleh tubuh ibu itu sendiri.
  7. ASI tidak akan basi.
  8. Wilayah aerola cukup dibersihkan dengan ASI.
  9. ASI menjadikan anak lebih pandai.
  10. Menyusui dapat dilakukan hingga anak berusia 2 tahun.

D.    Volume Asi
1.      0-6 bln = 700-800 CC
2.      6 bulan pertama usia bayi = 500–700 cc
3.      6 bulan kedua usia bayi = 400 – 600 cc
4.      24 bulan usia anak =  300 – 500 cc
5.      Wanita dgn status gizi baik sekitar 700-800 cc.
6.      Wanita dgn status gizi kurang sekitar 500-600 cc.
7.      Status gizi tidak berpengaruh besar terhadap mutu ASI (kecuali volume).
8.      Rata-rata produksi ASI ± 800 cc per hari = ± 600 kilokalori, karenanya sebagai tambahan ibu menyusui memerlukan tambahan energi sebanyak 500 – 700 kkal perhari.
9.       ASI mengandung 12 % protein, karenanya sebagai tambahan membutuhkan sekitar 15-20 gr protein sehari
E.     Hormon Dan Reflek Yang Berperan Dalam Produksi  Asi
1.      Hormon Prolaktin
Isapan bayi pada putting susu ibu akan merangsang kelenjar pituari anterior yang memproduksi prolaktin yang mengendalikan pengeluaran ASI/produksi ASI. Reflek yang ditimbulkan adalah reflek prolaktin ( feflek penghasil susu )
2.      Hormon Oksitosin
            Efek isapan bayi merangsang kelenjar pituari posterior untuk mengahasilkan hormon oksitosin yang merangsang kontraksi otot sel didalam dinding saluran susu agar membiarkan susu mengalir secara lancar. Reflek yang ditimbulkannya adalah reflek oksitosin atau letdown reflek.
F.      Manfaat Menyusui Bagi Ibu
  1. Merangsang sekresi prolaktin yang dapat menekan aktivitas ovarium sehingga menunda kembalinya kesuburan dan menstruasi  ( menjarangkan kelahiran secara alami )
  2. Merangsang sekresi oksitosin yang mengakibatkan uterus berkontraksi mengeluarkan placenta, membantu menghentikan perdarahan setelah persalinan dan  mengontrol pengeluaran darah.
  3. Membantu mengembalikan tubuh ( BB )  seperti sebelum hamil
  4. Ibu tidak repot menyiapkan botol dan susu untuk bayi
  5. Dapat menghemat pengeluaran anggaran
G.    Manfaat Bagi Bayi
  1. Memberikan rasa aman,nyaman dan merasa terlindungi pada bayi
  2. ASI merupakanan makanan paling ideal bagi bayi,terutama sampai usia 6 bulan
  3. ASI mengandung semua Zat gizi yang diperlukan oleh bayi
  4. ASI mudah cerna
H.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI
  1. Hormon dan reflek yang berperan dalam produksi  ASI
  2. Pengaruh psikologi dan sosial
  3. Manajemen laktasi
  4. Inisiasi ASI
  5. Status gizi dan TB ibu
  6. Kontrasepsi
  7. Rawat gabung
  8. Kualitas dan kuantitas makanan
I.       Manajemen Laktasi
  1. Pemberian ASI pada ibu bekerja
a.       Buat simpanan ASI yg cukup dirumah (simpan di termos/lemari es)
b.      Susui bayi tiap akan berangkat ke tempat kerja.
c.       Usahakan tinggal dirumah bersama bayi selama mungkin (susuilah lebih sering)
2.      Penanganan Dan Penyimpanan ASI
a.       Cuci tangan sebelum memerah ASI.
b.      Simpan ASI dalam wadah tertutup dan bersih
c.       Jika ASI dalam freezer akan digunakan,cairkan dulu dlm lemari es kemudian rendam dalam air hangat,sampai suhunya cocok untuk bayi
Organisasi laktasi internasional, lama ASI  disimpan dlm suhu sbb :
-          Suhu ruang (19-27 oC) :  4-10 jam
-          Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4oC :  sekitar  2-3 hari
-          Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu < 4 oC)  :     2 minggu
-          Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu < 4 oC) :    3-4 bulan
-          Freezer khusus / freezer utk es krim ( -19 oC) :       > 6 bulan
-          Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.
-          Beri label tanggal pada wadah ASI perah.
-          Gunakan dengan sistem first in first out (FIFO).
-          Simpan ASI dalam volume 40-60 ml
-          Jika ada sisa buang ASI jika telah lebih 6 jam.
3.      Pemberian ASI
a.       Waktu/lama pemberian tidak dibatasi (± 8–12 kali).
b.      Frekuensi tidak perlu dijadwal (setiap2–3 jam)
c.       Gunakan kedua belah payudara setiap menyusui
J.       Inisiasi Asi
  1. Inisiasi ASI: adalah awal pemberian ASI (kapan bayi pertama kali di susui)
  2. ASI diproduksi jika ada permintaan
  3. Makin cepat permintaan melalui isapan pertama bayi setelah dilahirkan, makin cepat pula ASI keluar
  4. Dianjurkan bayi disusui sesegera mungkin, 30 menit pertama setelah kelahiran
K.    Rawat Gabung
  1. Menempatkan bayi baru lahir dengan ibu dalam satu kamar
  2. Dengan seringnya bayi disusui maka produksi ASI akan makin meningkat
L.     Pengaruh  Mp-Asi ( Makanan Pendamping Asi )
MP-ASI terutama sebelum bayi berumur 4 bulan akan menyebabkan penurunan produksi ASI, frekuensi menyusui.
M.   Status Gizi Ibu
  1. Status gizi ibu setelah melahirkan diukur dg IMT, berhubungan positif dengan
  2. kandungan lemak dan energi ASI
  3. Makin tinggi IMT, ASI punya kandungan lemak dan energi tinggi pula
N.    Pengaruh Status Gizi Pada Proses Menyusui
  1. Produksi ASI berkurang
  2. Anemia
  3. Kemungkinan terkena infeksi meningkat
  4. Ibu lemah dan kurang nafsu makan
Guna makanan bagi ibu menyusui:
  1. Menghasilkan ASI
  2. Memenuhi kebutuhan gizi ibu
  3. Memulihkan kesehatan ibu setelah melahirkan
Kualitas Dan Kuantitas Makanan
  1. Ibu menyusui  makan 1 ½ - 2 kali > dari biasa.
  2. Minum paling sedikit 8 gelas sehari (8–12 gelas).
  3. Banyak makan sayuran berkuah dan buah segar.
  4. Makan aneka ragam makanan (seimbang) terutama sumber protein, zat besi dan calsium.
Kebutuhan Energi Dan Zat Gizi
  1. Kebutuhan energi = jumlah ASI yang dihasilkan
  2. Lebih tinggi dibanding selama hamil
  3. Diperlukan energi sebanyak
-          500 Kkal perhari, jika umur bayi < 6 bln.
-          550 Kkal perhari, jika umur bayi > 6 bln.
-          Tambahan protein sekitar 20 gr
-          Tambahan Kalsium 150 mg sehari (karena ASI mengandung kalsium sangat tinggi yang diambil dari tubuh ibu). Tambahan zat besi adalah 6 mg sehari.


Disusun oleh Lilis Suryani


Terimakasih Kepada Dosen Pengampu Zaidir, ST., MCs.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar