Minggu, 21 Juli 2019

Pentingnya Personal Hygiene


PRINSIP PERSONAL HYGIENE

Konsep Personal Hygiene
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Memandikan pasien
Memandikan pasien adalah suatu tindakan membersihkan seluruh bagian tubuh pasien dengan posisi berbaring di tempat tidur dengan menggunakan air bersih, sabun dan larutan antiseptic. Memandikan pasien merupakan suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikannya di tempat tidur.
Indikasi
1.    Pada pasien bed rest
2.    Pada pasien yang tidak dapat dan tidak diizinkan mandi sendiri
3.    Pada pasien baru yang dalam keadaan kotor.
Kontraindikasi
a.    Pada pasien luka bakar
b.    Hindari tindakan yang menimbulkan rasa malu pada pasien dan tetap menjaga kesopanan
c.    Pada pasien yang koma
d.   Pada pasien yang terpasang alat-alat kesehatan
Pelaksanaan
1.         Identifikasi kebutuhan pasien
2.          Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
3.         Siapkan alat alat dan susun diatas troli
4.         Dekatkan ke pasien
5.         Pasang tirai untuk menjaga privasi pasien
6.         Atur pasien pada posisi supine atau semifowler
7.         Cuci tangan dengan prinsip bersih
8.         Pasang selimut ekstra sambil menurunkan selimut pasien
9.         Buka pakaian pasien dibawah selimut
10.     Pasang handung dibawah kepala pasien
11.     Wajah
a.     Basahi waslap lalu basuh wajah dan leher pasien, dimulai dari dahi. Tanyakan apakah pasien mau menggunakan sabun wajah?
b.    Basuh dan bersihkan bibir dengan arah melingkar
c.    Basuh kelopak matamenggunakan air bersih dengan arah dari dalam ke luar
d.   Bersihkan seluruh daun telinga dengan perlahan
e.    Keringkan wajah dan telinga dengan handuk
12.     Lengan
a.     Letakan handuk memanjang pada lengan yang terjauh
b.    Basahi dan sabuni lengan dengan arah dari pergelangan tangan sampai pangkal lengan atau dari bagian bersih ke bagian yang kotor
c.    Rendam tangan pasien lalu bersihkan telapak dan kukunya menggunakan sikat dan sabun
d.   Bilas dan bersihkan aeluruh lengan dengan air bersih lalu keringkan dengan handuk, setelah kering lengan diposisikan ke arah atas
e.    Pindahkan handuk ke lengan terdekat, lakukan langkah langkah yang sama pada lengan sebelumnya
13.     Dada
a.    Pindahkan handuk memanjang untuk menutupi bagian dada dan perut pasien
b.    Basahi dan sabuni bagian dada hingga atas simfisis dengan arah gerakan dari dada ke bawah atau dari yang bersih ke bagian yang kotor
c.    Bilas dan bersihkan dengan air bersih lalu keringkan dengan handuk setelah kering tutup dengan baju atau selimut bersih
14.      Kaki
a.    Letakan handuk dibawah kaki yang terjauh dari perawat
b.    Basahi dan sabuni kaki tersebut dengan arah gerakan dari telapak kaki ke paha atau dari bagian yang bersih ke bagian yang kotor
c.    Rendam kaki lalu bersihkan kuku dan telapaknya dengan menggunakan sikat dan sabun
d.   Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan handuk
e.     Setelah kering, tutup dengan selimut bersih
f.     Letakan handuk dibawah kaki yang terdekat dengan perawat, bersihkan dengan cara yang sama
15.     Genitalia
a.    Dengan mneggunakan waslap lain, basahi dan sabuni bagian genetalia pasien (bila pasien bisa melakukannya sendiri berikan waslap ditangan kiri dan ajari cara membersihkannya)
b.    Bilas dan keringkan area yang sudah dibersihkan, kemudian tutupi dengan selimut bersih
16.     Punggung
e.    Miringkan pasien (berlawanan dengan perawat), letakan handuk memanjang di bawah punggung dan bokong pasien, tutup bagian bagian kaki yag sudah bersih
f.     Basahi dan sabuni dengan arah dari bokong ke punggung. Bilas dan keringkan dengan handuk
g.    Lakukan message dengan menggunakan losion atau minyak dari arah bokong ke punggung, lakukan gerakan melingkar pada area area tulang yang menonjol. Lakukan selama 3-5 menit
h.    Observasi adanya tanda-tanda luka tekan (kemerahan,lecet) pada bagian yang menonjol
i.       Bersihkan sisa losion atau minyak dengan handuk.
1.         Berikan bedak, deodorant, dan lotion (sesuai kebiasaan pasien).
2.         Bantu pasien memakai pakaian dalam dan baju luar
3.          Atur pasien dalam posisi yang nyaman sebelum ditinggalkan
4.          Rapikan dan bersihkan alat yang telah digunakan
5.         Catat tindakan yang telah dilakukang dan hasilnya
Oral hygiene (membersihkan mulut pasien)
Membersihkan mulut adalah membersihkan rongga mulut, lidah dan gigi dari semua kotoran atau sisa makanan dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang dibasahi air bersih.
Indikasi
1.         Pada pasien lumpuh
2.         Pada pasien sakit berat
3.         Pada pasien apatis
4.         Pada pasien stomatitis
5.         Pada pasien yang mendapatkan oksigenasi dan Naso Gastrik Tube (NGT)
6.         Pada pasien yang lama tidak menggunakan mulut
7.         Pada pasien yang tidak mampu melakukan perawatan mulut secara mandiri
8.         Pada pasien yang giginya tidak boleh di gosok dengan sikat gigi misalkan karena tomatitis hebat
9.         Pasien sesudah operasi mulut atau yang menderita patah tulang rahang.
Kontraindikasi
1.         Perhatikan perawatan mulut pada pasien yang menderita penyakit diabetes dapat beresiko stomatitis (penyakit yang disebabkan oleh kemoterapi, radiasi dan itubasi selang nase gratik)
2.          Luka pada gusi jika terlalu kuat membersihkannya
Pelaksanaan
1.         Kaji kebutuhan pasien
2.         Jelaskan perihal tindakan yang akan dilakukan.
3.         Siapkan alat-alat sesuai kebutuhan pasien pada troli
4.         Dekatkan alat-alat ke tempat tidur pasien
5.         Cuci tangan
6.         Atur posisi (miringkan kepala pasien)
7.         Pasang pengalas dibawah dagu
8.         Letakkan bengkok dibawah dagu pasien
9.         Ambil kasa tebal yang telah dilembabkan dengan NaCl 0,9% atau air garam
10.     Minta pasien untuk membuka mulut
11.     Membersihkan mulut
12.     Bersihkan langit-langit mulut dengan cara menariknya dari arah dalam ke luar
13.     Bersihkan gusi bagian dalam atas sebelah kanan dan kiri
14.     Bersihkan gigi bagian dalam atas sebelah kanan dan kiri
15.     Gusi bagian dalam bawah sebelah kanan dan kiri
16.     Gigi bagian dalam bawah sebelah kanan dan kiri
17.     Gusi bagian luar atas sebelah kanan dan kiri
18.     Gigi bagian luar atas sebelah kanan dan kiri
19.     Gusi bagian luar bawah sebelah kanan dan kiri
20.     Gigi bagian luar bawah sebelah kanan dan kiri
21.     Dinding mulut
22.     Lidah bagian atas dan bawah
23.     Keringkan bibir dengan tisu
24.     Oleskan gliserin/gentian violet pada bibir
25.     Keringkan bibir dengan tisu
26.     Angkat bengkok dan pengalas
27.     Atur posisi pasien
28.     Rapikan alat-alat
29.     Cuci tangan
30.     Observasi keadaan pasien
31.     Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.
Mencuci rambut pasien      
Mencuci rambut adalah menghilangkan kotoran rambut dan kulit kepala dengan menggunakan sampo.
Indikasi
1.         Pasien yang rambutnya kotor dan keadaan umumnya mengizinkan
2.         Bagi pasien yang berkutu dan sebelum dicuci harus diobati dan di pasang kap kutu lebih dulu
3.         Pasien yang akan menjalani operasi besar ( Bila keadaan umum mengizinkan)
Kontraindikasi
1.         Apabila teridentifikasi lesi actual ketidak normalan ada kulit kepala
2.         Intregritas kulit kepala berhubungan dengan gangguan parasit
Pelaksanaan
1.          Identifikasi kebutuhan pasien
2.         Identifikasikan tingkat kemandirian pasien terkait kemampuan mencuci rambut
3.          Lakukan kontrak dengan pasien (waktu, tempat dan tindakan)
4.          Informasikan tujuan dilakukannya tindakan
5.         Siapkan alat-alat dan susun di troli
6.         Bawa alat-alat ke dekat pasien
7.         Angkat bantal, lalu pasang pengalas dan handuk di bawah kepala pasien
8.         Pasang ujung rambut di atas bahu pasien
9.         Atur posisi kepala pasien agar berada di pinggir tempat tidur
10.     Pasang talang di bawah kepala pasien dengan ujung talang dimasukkan ke dalam ember kosong, alasi ember dengan kain pel
11.     Sisir rambut pasien
12.     Tutup lubang telinga dengan kasa dan jika perlu tutup juga mata pasien
13.     Basahi rambut mula dari pangkal sampai ke ujung rambut.
14.     Oleskan sampo ke seluruh permukaan kulit kepala dan batang rambut kemudian usap sambai berbusa
15.     Bilas rambut sampai bersih
16.      Angkat penutup telinga dan mata
17.     Angkat talang masukkan karet ke dalam ember dan angkat handuk
18.     Keringkan rambut dengan handuk, jika perlu dibungkus
19.     Sisir rambut
20.     Atur kembali posisi pasien (jika pasien pada posisi tidur, alasi bantal dengan handuk)
21.     Rapikan kembali alat-alat
22.     Cuci tangan
23.      Observasi keadaan pasien
24.     Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya
Memotong kuku pasien      
Memotong kuku adalah mengurangi panjang kuku tangan dan kuku kaki dengan menggunakan alat pemotong kuku agar kotoran tidak masuk ke dalam tubuh melalui kuku sehingga kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Menjaga kebersihan kuku merupakan aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Yang bermanfaat mencegah infeksi, rasa nyaman pada pasien, mencegah musuknya mikroorganisme ke dalam kuku yang panjang, bau kaki dan cidera pada jaringan lunak
Indikasi
Pada pasien yang kukunya panjang yang tidak dapat melakukan sendiri.
Kontraindikasi
1.         Memotong kuku pasien tidak terlalu dalam
2.         Pada pasien diabetes memotong kuku harus dengan hati hati karena bisa berakibat fatal
Pelaksanaan
1.         Identifikasi kebutuhan pasien
2.          Jelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan.
3.         Siapkan alat-alat sesuai dengan kebutuhan pasien.
4.          Cuci tangan
5.         Pasang sampiran/penutup pintu
6.         Atur posisi pasien.
7.         Pasang pengalas di bawah tangan tepat pada bagian kuku yang akan dibersihkan. Bersihkan cat kuku dengan aseton (bila pasien menggunakan cat kuku), kemudian letakkan baskom berisi air hangat.
8.          Rendam kuku tangan dengan air hangat selama 1-2 menit.
9.         Sikat kuku dengan sikat khusus kuku dan sabun, lalu bersihkan dan keringkan
10.     Dekatkan bengkok berisi larutan lisol 2-3% kepasien. Kemudian tangan diletakkan diatasnya. Potong kuku tangan dengan lurus dan tidak boleh sampai batas dasar kuku, kemudian kikir pinggiran-pinggiran kuku
11.      Cuci kuku dan tangan dengan air bersih dan keringkan (jika perlu berikan lotion pada jari-jari)
12.     Angkat pengalas dan pindahkan ketangan yang lainnya. Lakukan langkah-langkah g sampai dengan j.
13.      Atur kembali posisi pasien
14.      Rapikan alat-alat dan kembalikan ketempatnya
15.     Cuci tangan
16.      Observasi keadaan pasien
17.      Cacat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.
Perineal hygiene (genetalia/kelamin)
Membersihkan alat kelamin merupakan menjaga kebersihan genetalia dengan membilas bagian-bagian tersebut dengan air matang dan sabun setelah buang air besar dan buang air kecil.
Indikasi
1.         Dikhususkan pada area genital yang terkena edema
2.         Pada psien yang tidak mampu secara mandiri merawat kelaminnya
Kontraindikasi
1.         Berikan perhatian pada pasien yang sedang menstruasi
2.          Membersihkan genetalia harus bersih agar tidak menimbulkan jamur.
Pelaksanaan
1.         Kaji kebutuhan pasien
2.         Jelaskan kepada pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan
3.         Siapkan alat-alat
4.         Dekatkan alat-alat ke tempat tidur pasien
5.         Tutup jendela dan pintu atau pasang sampiran
6.          Mencuci tangan
7.         Pasang selimut ekstra
8.         Pasang pengalas dibawah bokong pasien
9.         Lepaskan pakaian bawah pasien
10.      Atur posisi
a.       Posisi dorsal recumbent (M shape) pada wanita
b.      Posisi supine (V shape) pada pria
11.     Bungkus kaki pasien dengan sudut selimut dan bagian tengah menutupi daerah pubis (jika selimut lebar) atau buka selimut sampai atas pubis
12.     Letakkan bengkok dan kapas sublimat di dekat bokong pasien
13.     Pasang sarung tangan
14.     Membersihkan genetalia
a.        Membersihkan vulva (wanita)
Buka labia mayora dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang kapas sublimat. Bersihkan labia mayora dengan kapas sublimat dari atas ke bawah 1 kali usap. Bersihkan perineum 1 kali usap.
b.      Membersihkan penis (pria)
Pasang penis dengan tangan kiri, sementara tangan kanan memegang kappa sublimat. Bersihkan gland penis dari ujung kea rah bawah dengan cara memutar (bagi pasien yang belum disunat, tarik prepetium kea rah gland penis dan kembalikan seperti semula jika sudah dibersihkan). Bersihkan batang penis dari atas ke bawah. Bersihkan skrotum, dari arah atas ke bawah mengarah ke rectum.
15.     Pasang bed pan di bawah bokong pasien
16.     Basuh daerah genitalia dengan air hangat
17.      Keringkan vulva dengan tisu
18.     Angkat bed pan
19.      Oleskan obat merah(jika ada luka)
20.      Pasang pembalut dari celana (jika ada menstruasi atau lochia) pada wanit
21.      Atur posisi pasien
22.     Angkat pengalas
23.      Ganti selimut ekstra dengan selimut pasien
24.     Rapikan alat-alat dan kembalikan ke tempat semula
25.     Cuci tangan
26.     Buka sampiran/pintu/jendela
27.     Observasi keadaan pasien
28.     Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya


Disusun Oleh Lilis Suryani 


Terimakasih Kepada Dosen Pengampu Zaidir , ST., MCs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar